Showing posts with label bencana. Show all posts
Showing posts with label bencana. Show all posts

Gedung Satlantas Medan Terbakar

Kantor Satlantas Polresta Medan, Kamis terbakar. Kebakaran ini membuat personel kepolisian lari berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Tampak ruang yang terbakar, merupakan lantai dua Satlantas Medan, tepatnya ruangan Kasat Lantas Medan, Kompol Risya Mustario.

Sementara itu, mobil pemadam kebakaran agak terlambat datang ke lokasi, sehingga membuat api semakin cepat membesar. Dari dua mobil pemadam kebakaran yang beroperasi, hanya satu pompa air pemadam yang digunakan. 

Api yang membakar gedung Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Medan, mulai padam sekitar pukul 17.30 WIB, Kamis (14/6/2012). Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari polisi terkait penyebab kebakaran.

Kerusakan terparah terlihat di lantai dua gedung. Sekitar 9 ruangan yang ada di atas musnah terbakar. Di antaranya ruangan Kasatlantas berikut ruang ajudan, ruang Wakil Kasatlantas, musala, ruang Kepala Unit Kecelakaan (Kanit Laka), ruang Kepala Urusan Operasi (Kaur Ops), dan ruang administrasi kecelakaan.

Kendati api sebagian besar sudah padam, petugas pemadam kebakaran masih berada di lokasi. Mobil pemadam kebakaran masih terus berdatangan, termasuk milik TNI Angkatan Udara. Kapolda Sumut, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro sudah berada di lokasi kebakaran. Dia memantau proses pemadaman api bersama Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang.

Keduanya belum memberikan keterangan terkait dugaan penyebab kebakaran, maupun kerugian akibat kebakaran ini.


Belasan Rumah Jadi Abu

Belasan rumah semi - permanen di Jalan Jembatan Item, RT 10, RW 03, Sunter Agung, Tanjungpriok, Jakarta Utara, habis dilalap si jago merah pada hari Rabu , kebakaran tersebut diduga adalah akibat dari ledakan kompor gas milik salah satu warga.

Kebakaran tak urung membuat panik sejumlah warga setempat, Apalagi kemudian sempat terdengar beberapa kali ledakan dari tengah kobaran api. Warga pun pontang - panting menyelamatkan harta benda mereka dari jilatan si jago merah.

Api sulit dipadamkan karena mobil pemadam kebakaran tidak bisa cepat mendekati titik api , hal ini disebabkan karena akses yang menuju lokasi kejadian berada di tengah pemukiman padat dan sulit dijangkau oleh kendaraan. Alhasil, sebelum mobil pemadam benar-benar sampai pada lokasi kejadian, warga terpaksa mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Jilatan api baru benar-benar bisa dijinakkan setelah mobil pemadam silih berganti menyemprotkan air. Tidak ada korban dalam musibah kebakaran kali ini, akan tapi kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah




Korban Kebakaran di Makassar Mengharapkan Bantuan

Makassar: Warga korban kebakaran di Jalan Salemo, Makassar, Sulawesi Selatan, mengharapkan bantuan pemerintah untuk meringankan beban mereka. Kini, mereka hanya mengais barang-barang yang bisa diselamatkan dari lokasi kebakaran.

Garis polisi membentang di lokasi kebakaran, Kamis (14/6). Beberapa jam sebelumnya, api berkobar menghanguskan puluhan rumah di daerah tersebut. Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan terpaksa menumpang di tetangga.

Sementara itu, Polsekta Wajo masih menyelidiki penyebab kebaran. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek listrik di sebuah rumah kos. Percikan api kian membesar dan menghanguskan rumah-rumah lain yang berupa rumah panggung.

Petugas pemadam kebakaran kesulitan menjinakkan si jago mreah. Sebab, lokasi kebakaran berada di lorong sempit. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah

Dari berbagai sumber


Puluhan Rumah Dan Ratusan Motor Terbakar Hangus

Puluhan rumah penduduk di daerah Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (5/6/2012), terbakar. Seorang balita tewas terjebak api karena sedang tidur di dalam rumah. Sebanyak 24 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api di lokasi kejadian yang padat penduduk. Sementara warga juga berusaha menyelamatkan diri dan barang berharga mereka. Satu orang bocah laki-laki tidak terselamatkan karena terjebak. Bocah bernama Muhammad Ibrahim tewas di tempat.

Menurut sejumlah tetangga, saat musibah terjadi, orangtua korban sedang berbelanja di pasar dan meninggalkan buah hatinya tidur di rumah. Mereka kembali setelah rumah ludes terbakar. Orangtua korban berusaha menyelamatkan sang anak, tetapi kobaran api yang kian membesar, membuat anak ketiganya itu tidak tertolong. Api baru dapat dikuasai dua jam kemudian. Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara itu di Sragen: Ratusan sepeda motor ludes terbakar menyusul kebakaran yang melanda dua bangunan dealer motor di Sragen, Jawa Tengah, Selasa (5/6) dinihari tadi. Kerugian materil ditaksir mencapai miliaran rupiah. Dealer motor Suzuki, Matahari Sragen, di Jalan Raya Sukowati, Sragen, itu tiba-tiba berkobar. Menurut Komisaris Polisi Hartolo, Wakil Kepala Kepolisian Resor Sragen, api pertama kali diketahui seorang warga yang kebetulan melintas jalan kaki di depan gedung dealer motor tersebut sekitar pukul 02.00 WIB.

Orang itu melihat kepulan asap yang keluar dari sela-sela pintu dealer, dan terdengar suara ledakan dari dalam. Diduga ledakan tersebut berasal dari bahan bakar yang masih tersimpan di dalam kendaraan sepeda motor yang terbakar.

Petugas pemadam kebakaran dibantu aparat kepolisian dan warga masyarakat, ikut memadamkan api yang terus berkobar. Sedikitnya 5 unit mobil kebakaran gabungan dari wilayah Sragen-Karanganyar dan Surakarta dikerahkan ke lokasi kejadian. Proses pemadaman api sempat terhambat karena gedung masih dalam keadaan terkunci. Pemilik dealer diketahui berada di luar kota.

Kebakaran itu sempat membuat Jalan Raya Sragen-Surabaya macet. Arus kendaraan terpaksa dialihkan karena ribuan warga masyarakat tumpah ruah di jalanan ingin menyaksikan proses evakuasi. Setelah selama kurang lebih 3 jam, api baru dapat dipadamkan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah


Badai Tornado Serang Kolombia

Sabanalarga: Badai Tornado menerjang seluruh kota Sabanalarga, dekat Pantai Karibia, Kolombia. Seorang wanita tewas dan belasan terluka akibat bencana itu.

Perempuan berusia 49 tahun itu tewas tertimpa reruntuhan bangunan di sebuah rumah sakit. Sedangkan 12 orang lainya terluka juga akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan pohon-pohon yang tumbang.

Saksi mata mengatakan, badai tornado muncul dinihari disertai hujan lebat. Meskipun hanya beberapa menit, peristiwa ini mengagetkan warga. Badai menyebabkan sejumlah bangunan roboh dan pohon tumbang di beberapa tempat. Sejumlah kendaraan dilaporkan rusak tertimpa bangunan dan pohon.



Menghadapi Gem­­pa Megathrust Mentawai

Beragam pandangan dan pendapat tentang su­rat edaran Gubernur Sumbar tanggal 27 April 2012, secara eksplisit menyebutkan tentang batas wak­­tu (dua bulan) untuk bersiap siaga menghadapi gem­­pa di megathrust Mentawai adalah hal yang pa­­tut diapresiasi dan dijelaskan kepada masya­ra­ka­t. Salah satu informasi yang cukup men­cerahkan dan diharapkan menjadi perhatian bagi publik adalah tulisan Badrul Mustafa, pada Teras Utama, Ha­rian Padang Ekspres, Jumat, 18 Mei 2012 di ba­wah judul “Dampak Gempa Simeulue 11-04-2012”.

Pemikiran dan argumen yang dibangun dari artikel terse­but cukup kuat mem­berikan ke­ya­kinan bagi masyarakat awam bah­­wa ternyata teori tentang gem­pa itu tidak satu. Ada banyak ke­mungkinan dan teori para ahli ten­tang bagaimana dan sebe­rapa kuat gempa dengan segala ke­mungkinan yang mengik­uti­nya, termasuk terjadi atau tidak­nya tsunami mengikuti gempa itu, adalah hal yang harus dipa­ha­mi sebagai bagian dari rela­ti­vi­tasnya ilmu. Lebih dari itu, pen­­­dapat pakar gempa, mes­ki­pun didasarkan pada pene­li­tian yang akurasinya cukup ting­gi, ka­rena sudah memenuhi ka­idah-kaidah metodologi il­miah, na­mun sekali lagi itu tetap juga h­a­sil ilmu pengetahuan yang relatif.

Pernyataan .... para pakar cu­kup heran dengan kejadian ... Ja­rang-jarang gempa intraplate ter­jadi dua kali di tempat ber­de­k­a­tan, ini adalah bentuk lain bah­­wa keilmuan yang tersedia be­­lum memberikan kepastian te­n­­tang fenomena gempa ini. Na­mun, itu bu­kan berarti soal gem­pa dapat di­a­nggap enteng dan menyerah pa­s­rah pada tak­dir saja. Ke­tidak­pas­tiaan sum­ber, kapan dan si­­tuasi apa yang akan terjadi bila gem­pa datang mes­tinya dijadi­kan tantangan il­miah dan iman un­tuk tetap ko­koh menghadapi k­e­a­daan yang akan terjadi.

Imbauan pemerintah, pakar dan kalangan ilmuan tentang per­­lu upaya-upaya serius me­was­­padai dan mitigasi dam­pak gem­pa adalah merupakan hal yang perlu ditindaklanjuti mas­yarakat. Masyarakat dimin­ta un­tuk tidak mudah menge­luarkan pen­dapat atau pandangan jika ti­dak me­miliki kapasitas ke­il­muan yang cu­kup. Begitu juga se­b­aiknya, ti­daklah elok jika soal-soal ma­nu­s­iawi dan alami ini terus di­giring kepada pema­haman ke­agamaan saja. 

Bukan­kah ma­nusia sudah diberi­kan akal, pi­kiran dan budi untuk me­ngua­sai dan mengu­rusi alam semesta? Cara cerdas untuk mendidik diri, ke­luarga dan masyarakat men­g­hadapi ba­haya adalah melalui pe­nge­nalan ke­ilmuannya dan memantapkan sikap bah­wa Allah SWT selalu melin­dungi hamba-Nya.


Pemadaman Global Tahun 2013

Apakah anda pernah mendengar informasi tentang hal ini .. ? bagaimana anda menyikapi kabar yang beredar dikalangan masyarakat tentang informasi ini...? Kok Pemadaman Global ...? kenapa tidak pemanasan Global ...? berikut ceritanya :

Sebuah hasil analisa dari beberapa ilmuan diketemukan suatu kesimpulan bahwa sanya akibat dari pemanasan global maka diperkirakan jaringan listrik akan mengalami pemadaman global pada tahun 2013. jika anda baru saja mengetahui ghosship ini sekarang, maka lanjutkanlah membaca. 

Entah apakah ini akan menjadi kenyataan atau tidak kita tunggu saja ditahun 2013. 

Manusia dilengkapi dengan akal untuk berfikir dan memprediksi segala sesuatu termasuk kejadian dimasa yang akan datang tentu saja sah-sah saja namun semuanya bisa saja keliru karena masih ada keajaiban Tuhan yang kita tidak tahu. 

Seperti apa kira-kira prediksi ditahun  2013 ? kita simak saja ungkapan para Ahli di bawah ini.

Seorang ilmuwan ternama dari Badan Samudera dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat Dr Kathryn Sullivan kemarin memperingatkan badai matahari bakal mencapat puncaknya tahun depan. Ia menegaskan puncak badai matahari itu dapat merusak satelit komunikasi, sistem navigasi, jaringan telepon, dan peralatan transmisi listrik. Badai ini juga melepaskan partikel yang mampu merusak sirkuti computer secara sementara atau permanen.

“Ini benar - benar bakal menjadi sebuah permasalahan yang rumit ketika badai matahari itu menghantam planet kita,” kata Sullivan dalam Konferensi PBB mengenai iklim global di Jenewa, Swiss. Ia merupakan mantan astronot NASA (Badan Antariksa Nasional Amerika) yang pada 1989 menjadi perempuan pertama yang berjalan di ruang angkasa

Peringatan serupa juga pernah disampaikan para ahli astronom Februari lalu. Menurut mereka, manusia bakal lebih rentan terhadap akibat puncak badai matahari pada 2013. Mereka meminta semua negara bersiap menghadapi musibah global semacam topan Katrina yang pernah melanda negara Abang Sam itu.

Para ahli juga memperingatkan badai matahari mendatang dapat menyebabkan listrik di seluruh dunia mati selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Puncak badai matahari ini berlangsung saban 11-12 tahun. Terakhir berlangsung pada 2001, namun efeknya terhadap Bumi lemah.

Badai besar matahri pada 1972 telah memutus jaringan telepon jarak jauh di Negara Bagian Illinois, Amerika. Peristiwa serupa pada 1989 mengakibatkan listrik mati di seantero Provinisi Quebec, Kanada.

 Wallahu A'lam


Gempa Mengguncang Manokwari

Gempa berkekuatan 5,9 skala richter mengguncang Manokwari, Papua Barat, hari Jumat  tanggal 1/6/2012, sekitar pukul 8.01 WIT. Gempa dilaporkan berpusat di 69 kilometer sebelah tenggara Tambrauw, Papua Barat.Berdasarkan pemantauan di lapangan, guncangan gempa membuat warga Manokwari berhamburan keluar rumah. Hingga kini, banyak warga yang masih memilih bertahan di luar rumah.

Dilain tempat Siswa-siswa SD berhamburan keluar kelas setelah merasakan gempa yang mengguncang. Pihak sekolah langsung memulangkan para siswa lebih awal karena khawatir kemungkinan gempa susulan yang guncangannya lebih besar. Beberapa orang tua juga mendatangi sekolah. Mereka langsung menjemput anak-anak dari sekolah tersebut. Warga setempat mengaku merasakan guncangan selama beberapa detik.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa berkekuatan 5,9 skala richter berada di kedalaman 19 kilometer di patahan Sorong namun tak berpotensi tsunami. Lokasi gempa berada di 69 kilometer tenggara Tambrauw, 90 kilometer barat daya Manokwari, dan 91 kilometer timur laut Maybrat. Tepatnya berada di titik koordinat 0,88 Lintang Selatan dan 133,26 Bujur Timur. Belum diketahui secara pasti kerusakan maupun kemungkinan korban jiwa yang diakibatkan gempa tersebut.

Dari berbagai sumber , Video dapat dilihat disini


Gudang Alat Berat Penjaringan Ludes

Gudang Alat Berat di Penjaringan Terbakar

Kebakaran kembali terjadi di Jakarta Utara. Kali ini terjadi di gudang barang bekas alat-alat berat di Kawasan Pergudangan Muara Karang Selatan Blok E, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Menurut warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, pada mulanya hanya terlihat asap mengepul dari gudang, lalu dalam waktu setengah jam api langsung membesar. 

Gudang alat berat kontainer bekas dan komponen komputer bekas di area Komplek Pergudangan Muara Karang,  Penjaringan, Jakarta Utara, itu ludes terbakar, Kamis malam. Kebakaran ini diduga akibat kebocoran gas saat seorang pekerja sedang mengelas. Saat kebakaran terjadi, sempat terdengar suara ledakan beberapa kali. Kebakaran ini juga tidak merembet ke gudang lain di sekitarnya karena posisi gudang yang terbakar berada di pinggir kali. Api berhasil dijinakan satu jam kemudian setelah sekitar 20 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Sementara itu pihak pengelola gudang belum memberikan keterangan mengenai adanya korban jiwa. Namun kerugian akibat kebakaran ini  ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, Nurdin Silalahi mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari warga pada pukul 17.30. Pihaknya menurunkan 21 unit mobil pemadam kebakaran. Nurdin mengatakan, mengatasi kebakaran ini pihaknya mengalami kesulitan karena gudang tersebut dikelilingi dinding dan lokasinya berlumpur. Selain itu mobil pemadam yang dikerahkan juga terjebak macet. "Mobil banyak yang terjebak macet," ujar Nurdin.

Sekitar pukul 19.30, api sudah mulai mengecil, namun pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan api yang ada di dalam gudang. Sementara itu, para pedagang di sekitar lokasi kejadian masih berjaga-jaga. Hingga saat ini, korban jiwa dan kerugian materi masih dalam proses penyelidikan.

Video bisa dilihat di sini 


Banjir Dahsyat Johnstown

AKIBAT hujan badai yang dahsyat, air di Danau Conemaugh di Pennsylvania meluap sehingga akhirnya bendungan jebol dan menyebabkan banjir. Dinding air setinggi ± 12 meter dengan kecepatan ± 64 kilometer per jam menerjang lembah dan mengalir menuju Kota Johnstown. Gelombang air yang deras itu menyapu bangunan, hewan, dan manusia, serta menghanyutkan mereka ke saluran-saluran bendungan. Ketika air danau itu telah terkuras habis, reruntuhan pun menutupi lahan seluas 12,1 hektare. Setidaknya ada 2.200 korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pada awalnya, karena dikejutkan hilangnya harta benda dan orang-orang yang dicintai, mereka yang selamat menjadi putus asa. Namun, para pemimpin masyarakat kemudian menyampaikan pidato tentang bagaimana industri dan perumahan setempat dapat dibangun kembali. Pidato itu layaknya obat penyembuh dan mereka pun kembali bekerja dengan giat. Johnstown pun dibangun kembali dan kini menjadi sebuah kota yang maju dengan populasi sekitar 28.000 jiwa. 

Dalam catatan lain dijelaskan Pada akhir abad 19, atau tepatnya 31 mei 1889 komunitas industri kecil di Johnstown, Pennsylvania memperoleh reputasi sebagai produsen besi baja berkualitas tinggi. Semua ketenaran itu tersapu bersih saat bendungan South Fork yang kurang terawat di atas gunung, sekitar 14 mil dari kota, bobol akibat hujan yang terus menerus turun. Air sebanyak 20 juta ton menghancurkan kota Johnstown dengan kekuatan setara dengan air terjun Niagara. Banjir ini membunuh 2209 orang dan menenggelamkan 1600 rumah.


Indonesia Peringkat 1 Rawan Tsunami

Sudah bukan menjadi rahasia lagi kalau Indonesia memang menyandang Peringkat Pertama terhadap ke-Rawan-an bencana Tsunami. Besarnya risiko dihitung dari jumlah manusia yang mungkin kehilangan nyawa di daerah yang rawan dilanda bencana itu. Prakiraan itu muncul berdasarkan data terakhir dari Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana (UN-ISDR). “Indonesia ranking pertama di dunia dari ancaman tsunami,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya yang diterima Tempo kemarin.

Sutopo menjelaskan, Indonesia ada di peringkat pertama ancaman tsunami dari total 265 negara, yang berarti tsunami di Indonesia berisiko membunuh paling banyak orang, yakni 5.402.239 jiwa. Risiko bencana alam yang lain adalah tanah longsor, gempa, dan banjir.

Menurut dia, untuk bencana tanah longsor, Indonesia juga masih berada di puncak urutan negara paling berisiko di antara 162 negara. Ancaman tanah longsor di Indonesia maksimal bisa membahayakan 197.372 orang. Adapun untuk gempa bumi, Indonesia menempati posisi ketiga di antara 153 negara. Gempa bumi yang mengguncang tanah Nusantara bisa menewaskan 11.056.806 orang.

Berkaitan dengan ancaman bencana banjir, Sutopo menerangkan, Indonesia berada di posisi keenam di antara 162 negara. Air bah di sini berpotensi membunuh 1.101.507 orang.

Terjadi lindu berkekuatan 5,5 pada skala Richter di Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara, pada 4 Agustus lalu, sekitar pukul 03.00 WIB. Menurut data BMKG, pusat gempa berada 83 kilometer barat daya Kota Padang Sidempuan, dan 90 kilometer barat daya Kota Sibolga, atau 99 kilometer barat laut Kota Panyabungan. Tapi gempa ini tak berpotensi tsunami. Guncangan juga dirasakan oleh warga Kota Sibolga dan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. 

Dari berbagai sumber 


Italia Kembali Diguncang Gempa

Gempa bumi yang mengguncang Italia, Selasa (29/5), menewaskan sedikitnya 10 orang, merusak banyak bangunan dan menimbulkan kepanikan ribuan warga yang masih tinggal di tenda setelah gempa pertama mengguncang wilayah itu.

Lebih sepekan sebelumnya gempa juga merusak rumah mereka. Para pejabat dan satu sumber dari Palang Merah Italia menyatakan beberapa orang terjebak di bawah puing rumah dan gudang di wilayah Emilia-Romagna. Polisi menyatakan 10 orang dikonfirmasi tewas, tapi jumlah korban jiwa diduga akan bertambah.

Gempa dengan kekuatan 5,8 pada skala Richter (SR) itu mengguncang di dekat Modena dan terasa di sebagian besar Italia tengah dan utara. "Situasi sangat serius. Sebagian orang terjebak di bawah puing," kata Alberto Silvestri, Wali Kota San Felice sul Panaro, salah satu kota kecil di dekat pusat gempa, kepada SkyTG24.

Perdana Menteri Mario Monti mengatakan, "Saya ingin memastikan setiap orang bahwa negara akan melakukan semua yang harus dikerjakan, semua yang mungkin dilakukan, secepat mungkin untuk menjamin kembalinya kondisi normal di satu wilayah yang sangat khusus, sangat penting, sangat produktif bagi Italia."

Pada gempa yang terjadi 20 Mei lalu tujuh orang tewas. Gempa berpusat tidak jauh dari Modena. Gempa yang diperkirakan berkekuatan 6,0 SR itu merusak ratusan bangunan, termasuk kuil dan gereja kuno. Selain itu, bencana juga memaksa lebih dari 7.000 orang tidur di tenda di tempat terbuka.

Gempa tersebut juga memukul sebagian produksi paling terkenal di dunia dari daerah itu, termasuk keju Parmigiano Reggiano. Petani memperkirakan kerugian akibat kerusakan lahan pertanian di salah satu daerah paling subur di Italia tersebut mencapai lebih dari 200 juta euro.


Dua Kecamatan Terisolasi

Banjir Bandang di Bima, Dua Kecamatan Terisolasi

Banjir bandang yang menerjang lima kecamatan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, mengakibatkan dua jembatan terputus.

Selain merendam ribuan hektare lahan pertanian dan merusak rumah warga, banjir bandang menyebabkan dua jembatan yang berada di Desa Ngali, Kecamatan Belo, terputus. Akibatnya Kecamatan Langgudu dan Montai yang bertetangga dengan Desa Ngali terisolasi.

Warga Desa Ngali dan Lido bergotong royong membuat jembatan darurat dengan menggunakan bambu. Namun, pengendara roda dua yang tetap melewati jalur terpaksa diangkut sejumlah orang. Korban banjir berharap pemerintah memperbaiki jembatan yang putus, agar perekonomian warga yang terhenti kembali pulih.



Puluhan Warga Mengungsi

Banjir Melanda, Tim Tagana Kewalahan Evakuasi Warga

Ratusan rumah di empat kecamatan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan diterjang banjir. Banjir juga mengakibatkan jalur trans Sulawesi lumpuh. Akibatnya, sekitar 100 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Suli, Suli Barat, Larompong dan Larompong Selatan, terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi.

Sementara Puluhan warga mengungsi akibat banjir bandang yang melanda empat kecamatan itu , dan beberapa yang lain masih tertahan. Arus banjir yang deras membuat Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) kewalahan mengevakuasi warga.

Semula, warga enggan meninggalkan rumah karena mengira banjir akan surut. Namun hingga Jumat (25/5) pagi, ketinggian banjir mencapai satu meter. Selain menggenangi rumah warga, air bercampur lumpur, juga merendam fasilitas umum. Banjir terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan yang mulai turun sejak kamis dinihari, yang mengakibatkan meluapnya sungai Keppe dan beberapa anak sungai lainya di empat kecamatan tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, Mursyid Jufri, mengaku proses evakuasi berjalan lamban karena banyaknya pohon kakao di wilayah tersebut. Proses evakuasi pun hanya didukung satu perahu karet. Sementara warga yang harus dievakuasi berada di empat kecamatan.

Banjir merusak lahan pertanian, perkebunan, dan tambak. Ribuan siswa SD dan SMA terpaksa diliburkan karena bangunan sekolah terendam banjir.



Jepang Diguncang Gempa Lagi

Jepang kembali diguncang gempa. Kali ini, gempa sebesar 6,1 SR mengguncang timur laut negeri itu pada Kamis 24 mei dini hari waktu setempat, namun tidak berpotensi tsunami. Laut yang berdekatan dengan Jepang Utara kemarin (20/05) sore diguncang gempa yang berkekuatan 6,2 skala richter. Hingga kini, belum ada laporan tentang korban jiwa dan kerugian materi. Demikian diumumkan Bantan Meteorologi Jepang kemarin.

Menurut pemantau Badan Meteorologi Jepang, gempa tersebut terjadi pada pukul 16:20 waktu setempat (sekitar pukul 15:20 Waktu Beijing). Pusat gempa terletak di wilayah timur laut perairan Sanriku, kedalaman sumber gempa sekitar 10 km di bawah tanah. Tak lama setelah itu, di daerah yang sama terjadi gempa bumi yang berkekuatan 5,7 skala richter.

Dilansir Straits Times, Badan Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat, pusat gempa terletak 107 kilometer timur laut Hachinohe. Kedalaman gempa mencapai 40 kilometer.

Tidak ada peringatan tsunami pasca gempa yang dikeluarkan oleh badan yang bermarkas di Hawaii ini.

Getaran dirasakan di prefektur Aomori dan daerah lain di Jepang timur laut. Namun, tidak ada kelainan yang terjadi di daerah pembangkit listrik tenaga nuklir di dekat episentrum.

Pada Maret 2011, daerah yang sama juga diguncang gempa sebesar 9 SR. Akibatnya 19 ribu orang tewas atau hilang, sementara PLTN Fukushima Daiichi mengalami kerusakan berat.


Banjir Dan Longsor

Banjir akibat hujan deras merendam puluhan ribu rumah di empat kecamatan di Luwu, Sulawesi Selatan, Kamis. Ketinggian banjir mencapai satu meter. Hujan deras yang mengguyur selama beberapa jam mengakibatkan dua sungai besar yang melintasi empat kecamatan di Kabupaten Luwu, Sulsel, meluap. Empat kecamatan yang terendam banjir adalah Kecamatan Suli, Suli Barat, Larompong serta Larompong Selatan. Selain merendam rumah warga, banjir bandang juga merendam fasilitas umum seperti sekolah, kantor camat, pasar, serta puskesmas.

Banjir bandang terjadi sekitar pukul 06.00 Waktu Indonesia Tengah. Banjir juga menyebabkan ruas Jalan Trans Sulawesi sepanjang lima kilometer terendam. Sejumlah pengendara motor terpaksa mendorong kendaraan karena terjebak banjir. Bupati Luwu Andi Mudzakkar mengatakan, pemerintah setempat melakukan penanggulangan pascabencana yang melanda empat kecamatan tersebut.

Sementara itu dibalikpapan Selain karena diguyur hujan deras selama sekitar 8 jam dari pukul 03.00 hingga 11.00 WITA, Kamis  banjir di Balikpapan, Kalimantan Timur juga turut dipicu pasang naik air laut. Juli Budi Kisworo dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Balikpapan mengatakan, air hujan yang turun di Balikpapan bertahan di darat dan tak mengalir ke laur karena sedang terjadi pasang naik air laut.

"Dini hari hingga pagi tadi, air laut sedang pasang sehingga air berhenti mengalir di daerah kota Balikpapan," kata Juli Budi Kisworo, Kamis. Juli mengatakan, dengan curah hujan sangat tinggi sebesar 148 mm itu sudah pasti air akan melimpah. "Dengan curah hujan 50 mm saja dalam kondisi air laut pasang naik, bisa diprediksi sejumlah kawasan di Balikpapan berpotensi banjir," katanya.

Ia mengatakan, selain curah hujan tinggi, angin dengan kecepatan 20 knot dini hari tadi sekitar pukul 04.00 WITA melanda sejumlah wilayah di Balikpapan. "Kalau menerbangkan atap seng sepertinya belum. Umumnya kalau itu kecepatan diatas 30 knot. Tapi, 20 knot kalau mematahkan ranting pohon bisa," ujarnya.
Selain banjir, hujan yang turun cukup lama juga menyebabkan tanah longsor di sejumlah titik. Total empat orang ditemukan tewas tertimbun longsor.


Curah hujan kian meningkat

Curah hujan yang kian meningkat di pegunungan dan di beberapa kawasan di Kota Medan menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang bermukim di bantaran Sungai Deli di Kecamatan Medan Marelan dan Medan Labuhan. Bahkan warga sudah mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Warga di sini masih trauma datangnya banjir kiriman seperti yang terjadi tahun lalu. Apalagi sekarang hampir tiap malam hujan terus turun sangat deras dan mengakibatkan air sungai hampir melewati tanggul,” ujar, Ramlan (51) warga Jalan Young Panah Hijau Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan, kemarin.

Ramlan menuturkan, sejak Kamis malam sejumlah warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai mulai mengemas barang perabotan rumah tangga. “Sampai tadi pagi (kemarin, Red) beberapa warga mulai mengungsi ke rumah keluarganya yang tinggal agak jauh dari sungai. Karena selain khawatir sungai meluap, mereka takut kalau nanti tanggul sungai jebol dan menghantam rumah mereka,” ungkapnya.

Warga di Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan, juga terlihat waspada terhadap luapan air Sungai Deli. “Lebih bagus bersiap-siap dari awal sebelum banjir yang dikhawatirkan itu datang, beberapa hari ini saja mulai berjaga-jaga kalau-kalau banjir kiriman itu datang lagi seperti yang terjadi sebelumnya,” kata, Nurhayati (35) warga Raja Lama Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan.

Sementara, Camat Medan Labuhan, Zain Noval mengatakan, saat ini terdapat 200 Kepala Keluarga (KK) lebih yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Deli. Noval menuturkan, terkait debit air sungai deli yang mulai naik, pihaknya telah memberikan imbauan kepada warga supaya untuk tetap waspada. Di samping itu, pihaknya juga telah menyiapkan posko pengungsian yang di tempatkan di kantor kelurahan.

“Sebelumnya air sungai sempat surut, tapi sekitar jam 10 pagi tadi air kembali naik karena adanya tekanan pasang air laut. Jadi sekarang ini yang kita takuti datangnya banjir kiriman dari hilir,” pungkasnya.


Tawuran antarwarga kembali Terjadi

Tawuran antarwarga kembali terjadi di Jakarta, Kamis sore. Dua kelompok warga dari Cempaka Lima dan Kampung Rawa, Jakarta Pusat, terlibat tawuran di Jalan Raya Pangkalan Asem, Johar Baru. Tawuran memang kerap terjadi di kawasan tersebut. Tak jarang, pemicunya hanya masalah sepele. Seperti yang terjadi sore tadi. Tawuran hanya dipicu saling ejek antarremaja. Kedua kelompok kemudian saling serang menggunakan bambu, batu, serta botol minuman.

Polisi yang datang ke lokasi, langsung melerai kedua kelompok warga. Namun persuasi polisi tidak digubris. Polisi pun terpaksa menembakan gas air mata ke arah dua kelompok warga tersebut. Setelah setelah 30 menit, polisi akhirnya berhasil membubarkan tawuran.


Sementara itu di luar kota Kepolisian Sektor Panakkukang berhasil menggagalkan aksi tawuran yang melibatkan dua kelompok warga di kawasan Pampang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu malam. Polisi juga berhasil menangkap dua pemuda yang diduga sebagai provokator aksi tersebut.

Petugas bersenjata lengkap langsung turun melakukan penyisiran di setiap titik. Penyisiran dilakukan setelah petugas mendapat informasi jika di Pampang akan kembali terjadi tawuran warga Pampang I dan Pampang II.

Beruntung polisi tiba di lokasi dengan cepat sehingga tawuran berhasil digagalkan. Petugas kemudian memerintahkan warga yang berada di luar untuk kembali ke rumah masing-masing. Selama ini, kawasan Pampang dikenal menjadi ajang tawuran. Pemicu tawuran disebabkan faktor dendam lama dua kelompok warga tersebut.



Banjir Kiriman Merendam

Ratusan rumah di empat kelurahan di Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara, dilanda banjir sejak Rabu (16/5) malam karena meluapnya Sungai Deli akibat hujan lebat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Hanna Lore Simanjuntak yang dihubungi di Medan, Kamis, mengatakan, empat kelurahan itu adalah Kelurahan Aur, Kelurahan Sei Mati, Kelurahan Sukaraja, dan Kelurahan Hamdan. Secara umum, seluruh daerah yang dilintasi Sungai Deli terendam banjir.

Selain curah hujan yang cukup lebat, luapan tersebut juga diperkirakan karena Sungai Deli menerima air kiriman dari daerah pegunungan yang juga mengalami curah hujan tinggi. Namun daerah yang paling banyak merasa dampak genangan itu adalah empat kelurahan yang berada di Kecamatan Medan Maimun tersebut. "Yang paling tinggi genangannya terjadi di Kelurahan Aur yakni sekitar 1,2 meter," Meski menggenangi ratusan rumah warga, tetapi tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. "Sekarang, air sudah berangsur surut," katanya.

BPBD Kota Medan dan aparatur kelurahan setempat telah berupaya memberikan bantuan bagi warga. "Nasi bungkus juga sudah disiapkan untuk siang ini," katanya ketika dihubungi sekitar pukul 11.30 WIB.

Video dapat dilihat disini


Banjir Bandang Juga Melanda Nepal

Banjir bandang menyapu dua desa yang berada di sekitar aliran sungai di barat Nepal, Sabtu (5/5) kemarin. Sedikitnya 13 orang tewas dan 17 lainnya hilang akibat hanyut terseret air. Di antara para korban yang masih belum ditemukan adalah 3 warga Rusia yang sedang berwisata.

Banjir deras yang berasal dari luapan Sungai Seti itu menghancurkan dua bangunan dan beberapa gubuk di desa Kharapani yang berada di lereng Gunung Annapurna yang dikenal sebagai salah satu tempat tujuan wisata paling popular di Nepal.

“Korban tewas mencapai 13 orang dan yang masih hilang 17, termasuk 3 warga Rusia. Diantara yang hilang juga ada 2 siswa yang sedang berkemah,” kata juru bicara Angkatan Darat Nepal Ramindra Chhetri seperti dikutip AFP, Minggu (6/5).

“Dua helikopter militer dan sebuah pesawat sipil sedang menyisir lokasi. Kami juga telah mengirim tim penyelamat untuk mencari para korban di 5 desa yang berdekatan dengan lokasi kejadian,” imbuhnya.

Banjir bandang kemarin juga merobohkan dua bangunan di desa Machhapuchre. Seorang petugas Area Konservasi Annapurna mengatakan, desa tersebut banyak dikunjungi turis karena memiliki pemandian air panas. “Di daerah ini tidak dilaporkan banyak hujan akhir-akhir ini sehingga kami sangat terkejut ketika banjir tiba-tiba datang sekitar pukul 09:30 pagi,” kata petugas bernama Paudel itu.

Merespon insiden tersebut, Perdana Menteri Baburam Bhattarai telah memerintahkan pihak berwenang untuk segera melakukan operasi penyelamatan. “Bhattarai sedang memonitor insiden ini dengan seksama. Dia juga telah memerintahkan pengiriman helikopter militer berisi para ahli bencana,” kata juru bicara kantor Perdana Menteri Bishwadeep Pandey.

Seorang ahli glesyer bernama Pradeep Mool dari Pusat Internasional Pengembangan Gunung di Kathmandu mengatakan, banjir bandang ini diduga dipicu kombinasi antara longsor salju dan tanah. “Kemungkinan material longsor menutup aliran sungai selama akhirnya pecah dan menyebabkan banjir,” katanya


Followers

 
Support : Creating Website | Template | Mas
Copyright © 2011. Dunia Dan Akherat - All Rights Reserved
Template Modify and Proudly powered by Free Blog