Showing posts with label Negara Islam. Show all posts
Showing posts with label Negara Islam. Show all posts

Peran Islam Dalam Negara

Simbiosis mutualisme antara Islam dengan Negara

Sebagai rahmatan lil alamin islam tak dapat dipisahkan dalam setiap sendi-sendi kehidupan setiap manusia.. Dalam setiap bidang yang diisinya, Islam memiliki peran yang sangat penting. Tak terkecuali dalam bidang pemerintahan dan Negara, dimana Islam dan Negara khususnya Negara Indonesia memiliki perannya masing-masing dalam proses penyejahteraan umat manusia serta tak dapat dipisahkan satu sama lain, hal ini sesuai dengan Al Qur’an:

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. ( An Nisa:59)

Jelaslah bahwa setiap orang beriman harus taat kepada Allah, Rasu dan Pemimpin diantaranya( ditafsirkan sebagai pemimpin Negara). Sehingga muncul keterkaitan antara iman dalam islam dan konsep pemimpinm dalam Negara. Keterkaitan itu menimbulkan suatu timbal balik antara Negara dengan agama sehingga menimbulkan ketergantungan karena adanya peran masing-masing, baik itu peran islam dalam Negara atau peran Negara dalam Islam.

A. Peran Islam dalam Negara

Islam mempunyai peran yang sangat penting di Negara Indonesia. Peran Islam di Negar Indonesia sudah ada sejak zaman kelahiran Negara Indonesia, perkembangan Negara Indonesia hingga kehidupan mendatang Indonesia

• Peran Islam dalam Kelahiran bangsa Indonesia

Di dalam buku-buku sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, sudah menjadi suatu kepastian apabila muncul para pahlawan-pahlawan dari kalangan Islam seperti Teuku Umar, Tuanku Imam Bonjol, Pangeran diponegoro, Fatahilah dan sebagainya. Mereka melakukan ini semata-mata untuk jihad melawan penjajah yang mereka anggap sebagai kaum kafir. Sebagai mana disebut dalam firman Allah:

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.( Al Baqarah 190).

Tak hanya melalui perlawanan bersenjata saja, banyak di antara kaum muslim yang berjuang dengan menngunakan organisasi. Contohnya: H.O.S Tjokroaminoto dan Ahmad Dahlan dengan organisai-organisasi Islamnya seperti Muhammadiyah, Persatuan Islam, Persatuan Umat Islam, Nadhlatul Ulama dan Majelis A’la Indonesia

• Peran Islam dalam perkembangan bangsa Indonesia

Seiring dengan berlalunya zaman, maka muncullah gerakan-gerakan Islam yang baru. Antara 1950-1954, mereka menolak gagasan pendirian negara Islam sekaligus menerima Pancasila sebagai dasar negara. Pada 1960-an, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Persatuan Islam Indonesia (PII) memainkan peran besar dalam demonstrasi menjatuhkan rezim Sukarno. Dominasi keduanya menandai signifikansi pertama inteligensia Muslim Indonesia pasca kemerdekaan.

Selanjutnya, lahir generasi generasi baru yang sebagian anggotanya lahir pada 1970-an dan 1980-an seperti Ulil Abshar Abdalla, Fachri Hamzah. Generasi ini, menurut Yudi, tidak homogen karena rivalitas para pengikutnya terutama mengenai masalah manhaj (metode penalaran), jaringan intelektual dan persaingan memperebutkan kepemimpinan. Harakah yang paling berpengaruh, ialah harakah yang dipengaruhi Ikhwanul Muslimin, yakni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan partai politiknya, Partai Keadilan Sejahteran (PKS) sebagai sarana untuk menegakkan demokrasi di Indonesia.

Jangan dilepaskan juga peran mahasiswa Islam pada saat ini bagi Indonesia. Mereka sangat besar adilnya dalam pnegakkan syariah Islam seperti melakukan aksi dukungan terhadap RUU Pornografi, Penggalangan bantuan untuk Palestina dan studi-studi mengenai Islam.

Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.( Yunus : 14)

• Peran Islam untuk masa depan Indonesia

Sebagai agama yang universal dan berlaku sepanjang zaman,Islam sudah pasti dapat diterapkan guna menyongsong kehidupan masa depan yang lebih baik di Indonesia., Kita lihat sekarang mulai muncul bank-bank syariah dan lembaga perkreditan syariah yang pada akhirnya ditunjukkan kepada kemashlahatan ummat.
Tak ketinggalan juga peran politik di Indonesia yang semakin menjajikan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya partai-partai yang bernafaskan Islam dalam Pemilihan Umum serta Calon-calon legislative yang bernafaskan Islam. Bahakan ada partai Islam yang dapat menembus 4 besar Pemilu legislative Indonesia beberapa waktu yang lalu.

B. Peran Negara dalam Islam

Sebagai Negara dengan mayoritas muslim yang terbesar di seluruh dunia, Negara Indonesia sudah sepatutnya menjamin hak-hak kaum muslimin. Dalam pemenuhan hak-hak itu timbulah peran Negara Indonesia yang menjamin rakyatnya dari kaum muslimin.
Menurut Kelany, Pemerintah Indonesia mempunyai sejumlah kebijakan dalam pembangunan bangsa melalui pembinaan umat beragama, antara lain:
  1. Mendirikan Departemen Agama pada tanggal 3 Januari 1945, suatu departemen yang merealisasi sila pertama dari pancasila, dan sekaigus menjadi ciri khas Islam di Indonesia;
  2. Menetapkan undang-undang No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan;
  3. Menyelenggarakan pengurusan ibadah haji di tanah air
  4. Membentuk Majelis Ulama Indonesia pada tahun 1975
  5. Melembagakan Musabaqah Tilawatil Qur’an secara Nasional dari tingkat rasional dari tingkat pusat sampai ke tingkat desa, mendirikan dan meresmikan Masjid Istiqlal sebagai masjid yang sepenuhnya dibiayai pemerintahan/Negara membentuk Badan Amil Zakat,dll
  6. Ikut serta membina kerukunan hidup umat beragama serta antarumat beragama, maupun antara umat beragama dan pemerintah
  7. Membentuk secara Yuridis-Formal sebagian hukum Islam, yaitu penyelenggaraan peradilan Islam di Indonesia, dengan undang-undang pada tahun 1989.
  8. Menetapkan hari-hari besar Islam sebagai hari libur nasional
  9. Mendirikan lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan agam islam seperti Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri, Universitas Islam Negeri, dan Universitas Islam Indonesia.
Oleh karena itu antara Islam dengan negara tidak dapat dipisahakan dan dipolarisasi satu sama lain karena Islam dan Negara mempunyai simbiosis mutualisme yang tak mungkin bisa hilang. Sebagai mana firman Allah dalam surat Al Hujurat ayat 13

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Wallahu Alam


Komunitas Muslim sedunia

Dunia Muslim merupakan istilah yang memiliki beberapa arti. Dari segi budaya, istilah ini merujuk pada komunitas Muslim sedunia, pengikut ajaran Islam. Komunitas ini berjumlah kira-kira 1.3 - 1.4 miliar orang, atau seperlima penduduk dunia. 

Komunitas ini tersebar luas di banyak negara dan kumpulan etnis yang dihubungkan dengan agama. Dari segi sejarah atau geopolitik , istilah ini biasanya merujuk kepada negara mayoritas Muslim atau negara yang Islam menonjol dalam politiknya.

Komunitas Muslim sedunia juga dikenal secara kolektif sebagai "ummah". Islam menekankan perpaduan dan pembelaan sesama Muslim, walaupun terdapat beberapa pembagian Islam (seperti pemisahan Sunni - Syiah). Dulu, ideologi "pan-Islamisme" dan nasionalisme pernah memengaruhi Dunia Islam.


Sejarah Islam Di Myanmar

Republik Persatuan Myanmar  yang juga dikenal sebagai Birma / "Burma" adalah sebuah negara di Asia Tenggara. Negara seluas 680 ribu km² ini telah diperintah oleh pemerintahan militer sejak kudeta tahun 1988. Negara ini adalah negara berkembang dan memiliki populasi lebih dari 50 juta jiwa. Ibu kota negara ini sebelumnya terletak di Yangon sebelum dipindahkan oleh pemerintahan junta militer ke Naypyidaw pada tanggal 7 November 2005. Islam di Myanmar termasuk dalam agama minoritas, dengan persentase sekitar 4% dari jumlah penduduk di seluruh Myanmar

Pada 1988, terjadi gelombang demonstrasi besar menentang pemerintahan junta militer. Gelombang demonstrasi ini berakhir dengan tindak kekerasan yang dilakukan tentara terhadap para demonstran. Lebih dari 3000 orang terbunuh. Pada pemilu 1990 partai pro-demokrasi pimpinan Aung San Suu Kyi memenangi 82 persen suara namun hasil pemilu ini tidak diakui rezim militer yang berkuasa.

Agama Islam pertama kali tiba di Myanmar pada tahun 1055. Para saudagar Arab yang beragama Islam ini mendarat di delta Sungai Ayeyarwady, Semenanjung Tanintharyi, dan Daerah Rakhin. Kedatangan umat Islam ini dicatat oleh orang-orang Eropa, Cina dan Persia.Populasi umat Islam yang ada di Myanmar saat ini terdiri dari keturunan Arab, Persia, Turki, Moor, Pakistan dan Melayu. Selain itu, beberapa warga Myanmar juga menganut agama Islam seperti dari etnis Rakhin dan Shan.

Populasi Islam di Myanmar sempat meningkat pada masa penjajahan Britania Raya, dikarenakan banyaknya umat Muslim India yang bermigrasi ke Myanmar. Tapi, populasi umat Islam semakin menurun ketika perjanjian India-Myanmar ditandatangani pada tahun 1941.

Sebagian besar Muslim di Myanmar bekerja sebagai penjelajah, pelaut, saudagar dan tentara. Beberapa diantaranya juga bekerja sebagai penasehat politik Kerajaan Burma. Muslim Persia menemukan Myanmar setelah menjelajahi daerah selatan Cina. Koloni muslim Persia di Myanmar ini tercatat di buku Chronicles of China di 860. Umat muslim asli Myanmar disebut Pathi dan muslim Cina disebut Panthay. Konon, nama Panthay berasal dari kata Parsi. Kemudian, komunitas muslim bertambah di daerah Pegu, Tenasserim, dan Pathein. Tapi komunitas muslim ini mulai berkurang seiring dengan bertambahnya populasi asli Myanmar. Pada abad ke-19, daerah Pathein dikuasai oleh tiga raja muslim India.

Pada zaman Raja Bagan yaitu Narathihpate (1255-1286), pasukan muslim Tatar pimpinan Kublai Khan dan menguasai Nga Saung Chan. Kemudian, pasukan Kublai Khan ini menyerang daerah Kerajaan Bagan. Selama peperangan ini, Kolonel Nasrudin juga menguasai daerah Bamau.


Islam Di Negara Italia

Sejarah Islam di Italia bermula pada abad ke-9: ketika Sisilia dan beberapa wilayah di Semenanjung Italia menjadi bagian kekuasaan Ummah Muslim antara tahun 828 (Penaklukkan Muslim Sisilia) dan pada tahun 1300 (kehancuran benteng pertahanan Islam terakhir di Lucera, Puglia), Islam hampir tidak ada lagi di Italia sejak zaman penggabungan negara pada tahun 1861 hingga tahun 1970-an, saat dimana gelombang pertama imigran dari Afrika Utara mulai tiba. Bangsa tersebut, umumnya berasal dari bangsa Berber dan Arab, yang kebanyakan datang dari Maroko. Sebagian juga datang dari Albania, dan beberapa tahun kemudian, mereka juga diikuti oleh orang-orang Mesir, Tunisia, Senegal, Somalia, Pakistan dan lain-lain.
Serangan Arab pertama terhadap Sisilia-Bizantium pada tahun 652, 667, dan 720 mengalami kegagalan; Syracuse dapat ditaklukkan untuk pertama kalinya untuk sementara waktu pada tahun 708, namun sebuah invasi yang direncanakan pada tahun 740 gagal dilaksanakan karena pemberontakan Berber dari Maghreb yang berlangsung hingga tahun 771 dan perang sipil di Ifriqiyah berlangsung hingga tahun 799. Sardinia bagaimanapun berhasil dikuasai Islam dalam beberapa tahapan pendudukan yang berlangsung pada tahun 711, 720, dan 760 secara berturut-turut. Pulau Italia Pantelleria dapat ditaklukkan oleh bangsa Arab pada tahun 700.

Sejak awal abad ke-7 dan ke-8, sebagian bangsa Lombard, salah satu dari bangsa Jerman yang menguasai sebagian Italia, memilih meninggalkan kepercayaan Arianisme dan memeluk Islam disamping Katolik, sedangkan al-Ankubarti umumnya berjuang sebagai tentara sewaan dalam pasukan Arab di pantai Mediterrania Afrika, khususnya Ifriqiyah-Tunisia, dan juga Saqaliba oleh masyarakat Muslim Arab. Di Palermo Tengah, sebuah distrik diberi nama Saqaliba. Orang Sisilia-Saqaliba terkenal dari abad ke-10 adalah Gawhar Al-Siqilli, seorang pemimpin militer Fatimiyyah dan yang medirikan Cairo. Orang Sisilia-Saqaliba lain, adalah dari bangsa Slavia Sabir al-Fata, yang menaklukkan Taranto dan Otranto pada tahun 927.

Islam tidak secara formal diperkenalkan oleh negara di Italia disamping menjadi kepercayaan terbesar kedua setelah Katolik. Kepercayaan lain termasuk Yahudi dan grup yang lebih kecil seperti Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah dan Gereja Advent Hari Ketujuh, telah disetujui oleh pemerintah Italia. Pengenalan resmi telah memberikan kepercayaan tersebut sebuah kesempatan menguntungkan dari "pajak agama" nasional yang dikenal sebagai Delapan per seribu

Saat ini, terdapat terdapat kurang lebih 60.000 orang berkebangsaan Italia yang beragama Islam. Mereka merupakan orang asing yang menjadi warganegara Italia dan penduduk asli Italia yang memeluk Islam.


Istanbul Atau Istambul

Istanbul atau Istambul adalah kota terbesar di Turki. Hingga 1930 kota ini lebih umum dikenal melalui nama Yunaninya Konstantinopel oleh orang-orang Barat; beberapa orang memanggilnya Stambul, khususnya pada abad ke-19. Lebih jauh ke masa lalu kota ini juga pernah dikenal sebagai Bizantium atau Byzantion.

Dengan populasi sebesar 11 hingga 15 juta, Istanbul adalah kota yang terpadat penduduknya di Turki dan merupakan salah satu kota terbesar di Eropa. Kota ini juga merupakan ibu kota administratif Provinsi Istanbul.


Didirikan kira-kira pada abad ke-7 SM.Pada tahun 330, kota itu dijadikan sebagai ibu kota Romawi oleh Konstantin di tempat koloni Yunani kuno bernama Bizantium, dan dinamakan Konstantinopel untuk menghormatinya, kota ini menjadi ibu kota timur kekaisaran Romawi dan kemudian menjadi ibu kota kekaisaran Romawi Timur pada tahun 395.Pada tahun 1453, Konstantinopel berhasil direbut oleh Kesultanan Ottoman dibawah pimpinan Sultan Muhammad II.

Atas keberhasilannya, ia dijuluki "al-Fatih" (Sang Penakluk). Kemudian nama Konstantinopel diganti menjadi Istanbul yang berarti kota Islam. Setelah jatuhnya Konstantinopel pada 1453 kota ini menjadi bagian dan kemudian ibu kota Kekaisaran Ottoman.

Sebelum perebutan tersebut, bangsa Turki memanggilnya dengan nama İstanbul, tetapi secara resmi menggunakan nama Qustantaniyyeh (قسطنطنيه), yang berarti "Kota Konstantin" dalam bahasa Arab. Hanya pada 28 Maret 1930 kota ini dinamakan kembali sebagai Istanbul.


Al Khilafah Al Abbasiyyah

Kekhalifahan Abbasiyah (الخلافة العباسية) atau Bani Abbasiyah (العباسيون) adalah kekhalifahan kedua Islam yang berkuasa di Baghdad (sekarang ibu kota Irak). Kekhalifahan ini berkembang pesat dan menjadikan dunia Islam sebagai pusat pengetahuan dengan menerjemahkan dan melanjutkan tradisi keilmuan Yunani dan Persia. Kekhalifahan ini berkuasa setelah merebutnya dari Bani Umayyah dan menundukan semua wilayahnya kecuali Andalusia. Bani Abbasiyah dirujuk kepada keturunan dari paman Nabi Muhammad yang termuda, yaitu Abbas bin Abdul-Muththalib (566-652), oleh karena itu mereka juga termasuk ke dalam Bani Hasyim. 

Berkuasa mulai tahun 750 dan memindahkan ibukota dari Damaskus ke Baghdad. Berkembang selama dua abad, tetapi pelan-pelan meredup setelah naiknya bangsa Turki yang sebelumnya merupakan bahagian dari tentara kekhalifahan yang mereka bentuk, dan dikenal dengan nama Mamluk. Selama 150 tahun mengambil kekuasaan memintas Iran, kekhalifahan dipaksa untuk menyerahkan kekuasaan kepada dinasti-dinasti setempat, yang sering disebut amir atau sultan. Menyerahkan Andalusia kepada keturunan Bani Umayyah yang melarikan diri, Maghreb dan Ifriqiya kepada Aghlabid dan Fatimiyah. Kejatuhan totalnya pada tahun 1258 disebabkan serangan bangsa Mongol yang dipimpin Hulagu Khan yang menghancurkan Baghdad dan tak menyisakan sedikitpun dari pengetahuan yang dihimpun di perpustakaan Baghdad.

Keturunan dari Bani Abbasiyah termasuk suku al-Abbasi saat ini banyak bertempat tinggal di timur laut Tikrit, Iraq sekarang. Pada awalnya Muhammad bin Ali, cicit dari Abbas menjalankan kampanye untuk mengembalikan kekuasaan pemerintahan kepada keluarga Bani Hasyim di Parsi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Selanjutnya pada masa pemerintahan Khalifah Marwan II, pertentangan ini semakin memuncak dan akhirnya pada tahun 750, Abu al-Abbas al-Saffah berhasil meruntuhkan Daulah Umayyah dan kemudian dilantik sebagai khalifah.

Bani Abbasiyah berhasil memegang kekuasaan kekhalifahan selama tiga abad, mengkonsolidasikan kembali kepemimpinan gaya Islam dan menyuburkan ilmu pengetahuan dan pengembangan budaya Timur Tengah. Tetapi pada tahun 940 kekuatan kekhalifahan menyusut ketika orang-orang non-Arab, khususnya orang Turki (dan kemudian diikuti oleh Mamluk di Mesir pada pertengahan abad ke-13), mulai mendapatkan pengaruh dan mulai memisahkan diri dari kekhalifahan.

Meskipun begitu, kekhalifahan tetap bertahan sebagai simbol yang menyatukan umat Islam. Pada masa pemerintahannya, Bani Abbasiyah mengklaim bahwa dinasti mereka tak dapat disaingi. Namun kemudian, Said bin Husain, seorang muslim Syiah dari dinasti Fatimiyyah mengaku dari keturunan anak perempuannya Nabi Muhammad, mengklaim dirinya sebagai Khalifah pada tahun 909, sehingga timbul kekuasaan ganda di daerah Afrika Utara. Pada awalnya ia hanya menguasai Maroko, Aljazair, Tunisia dan Libya. Namun kemudian, ia mulai memperluas daerah kekuasaannya sampai ke Mesir dan Palestina, sebelum akhirnya Bani Abbasyiah berhasil merebut kembali daerah yang sebelumnya telah mereka kuasai, dan hanya menyisakan Mesir sebagai daerah kekuasaan Bani Fatimiyyah. Dinasti Fatimiyyah kemudian runtuh pada tahun 1171. Sedangkan Bani Umayyah bisa bertahan dan terus memimpin komunitas Muslim di Spanyol, kemudian mereka mengklaim kembali gelar Khalifah pada tahun 929, sampai akhirnya dijatuhkan kembali pada tahun 1031.

Bersambung ke catatan Menuju Masa Ke-emasan 

Wallahu A'lam


Rumah Korban Kebakaran Dibangun Kembali

Medan, (Analisa). Panitia Bersama Penanggulangan Korban Kebakaran mulai membangun kembali rumah para korban kebakaran di Lingkungan VI Kelurahan Martubung, Medan Labuhan, Selasa (3/4).
Peletakan batu pertama untuk pembangunan empat rumah yang terbakar tersebut dilakukan Wakil Ketua PSMTI Medan Labuhan, Cecong disaksikan perwakilan Panitia Bersama, Halim Loe bersama Anggota DPRD Medan yang juga Dewan Kehormatan PSMTI Medan, Ahie SH dan para anggota PSMTI Medan beserta jajarannya.

"Kita bersyukur dari penggalangan dana yang dilakukan, hari ini pembangunan rumah korban kebakaran dapat dimulai,"ujar Ketua PSMTI Kota Medan Halim Loe.

Halim Loe menjelaskan, panitia bersama merupakan gabungan sembilan organisasi sosial kemasyarakatan. Panitia bersama beberapa waktu lalu, telah menyerahkan bantuan sebesar Rp 100 juta dan 80 kg beras.

Pembangunan rumah para korban, jelas Halim juga tak terlepas dari bantuan para warga sekitar Belawan yang peduli terhadap para korban yang rumahnya musnah terbakar Senin (19/3) malam.

Permudah Izin

Pada kesempatan itu, Anggota DPRD Medan Ahie meminta pemerintah Pemko Medan untuk mempermudah izin bangunan bagi rumah korban yang terbakar. Kemudahan yang diberikan termasuk pengurusan berkas - berkas administrasi para korban yang tertimpa musibah.

Sementara itu, Panitia Pembangunan yang juga Ketua PSMTI Medan Marelan Ardi Tan, mengungkapkan pembangunan rumah korban yang terbakar diperkirakan membutuhkan waktu dua bulan. Dana pembangunan kembali rumah para korban ditaksir mencapai Rp300 juta rupiah.

"Saat ini terkumpul Rp 156 juta dengan rincian Rp100 juta dari Panitia Bersama dan Rp 56 juta dari swadaya masyarakat yang digalang PSMTI Medan Labuhan, Belawan dan Marelan," jelas Ardi Tan.

Dia berharap,bagi masyarakat luas yang ingin memberikan bantuan dana untuk mempercepat pembangunan dapat mengirimkan dananya ke Rekening Bank Mestika dengan Nomor: 20120037199 atas nama Tan Ardi dan Ang Seng Hok.

Pada peletakan batu pertama itu, sejumlah pengurus PSMTI Medan hadir di antaranya, Iskandar Nyak Rusli (Wakil Bendahara), Fransen dan Charlie Andrean SH (pengurus). Ketua PSMTI Belawan Tan Seng Ho dan Wakil Ketua PSMTI Belawan Lie Kim Hok. (twh)


Perangi Tauhid Bersekutu dengan Thagut

Musuh terbesar umat Islam saat ini adalah Amerika Serikat (AS) yang bersekutu dengan para thaghut untuk menghadang dakwah tauhid yang mengandalkan trik kotor, fitnah dan dusta. Hal itu diungkapkan amir Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT), Ustadz Abu Bakar Ba’asyir menyikapi sepak terjang AS sejak kasus Bom Bali I tahun 2002 hingga kasus terkini tahun 2012. Tantangan umat Islam semakin berat karena AS memperalat pemerintah lokal sebagai bedundalnya.

“Setan Amerika selalu memfitnah saya, karena saya berjuang menegakkan tauhid Daulah Islamiyah dan Khilafah yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Maka setan Amerika memperalat rezim thaghut NKRI untuk menzalimi saya agar saya tidak bisa melanjutkan perjuangan menegakkan Islam. Setan Amerika pernah memerintahkan thaghut polisi untuk menangkap saya begitu bebas dari lapas Salemba dan saya ditahan sampai 2 tahun 6 bulan tanpa kesalahan sedikitpun, setan Amerika juga pernah memerintahkan rezim thaghut NKRI agar saya tidak diberi remisi hari raya waktu di tahan di lapas Cipinang,” ujarnya dalam rilisnya kepada voa-islam.com, Ahad malam (11/3/2012).

Makar berikutnya, tambah Ustadz Abu, dirinya dituduh terlibat aksi terorisme dalam pelatihan militer bersenjata di Aceh, lengkap dengan proses peradilan yang tidak fair. “Untuk mematikan perjuangan saya menegakkan Islam adalah saya dituduh terlibat berat latihan senjata di Aceh dengan tuduhan-tuduhan yang tidak jujur. Semua saksi-saksi yang memberatkan saya tidak boleh hadir di persidangan, tetapi lewat teleconference dengan dijaga ketat oleh thaghut-thaghut Densus 88 agar memberikan kesaksian seperti maunya thaghut Densus, dan mereka tidak boleh menggunakan pembela TPM, tapi harus menggunakan pembela yang ditunjuk thaghut Densus 88,” terang pendiri Pesantren Al-Mukmin Ngruki Solo itu.

Meski menolak dirinya dikaitkan dengan pelatihan paramiliter di Aceh, Ustadz Abu menyatakan pelatihan itu bukan aksi terorisme, melainkan ibadah karena melaksanakan syariat I’dad sesuai perintah Allah dalam Al-Qur'an surat Al-Anfal ayat 60. Selain itu karena tidak ada seorang pun yang merasa diteror karena latihan Aceh.

“Tidak ada bukti dimasukkan perbuatan terorisme, tapi mereka paksakan karena kepentingan setan Amerika, maka jelaslah bahwa thaghut Indonesia sebenarnya kerja sama dengan setan Amerika memerangi Islam dan Mujahidin dengan dalih memerangi teroris. Mujahidin insya Allah tidak akan menyerah betapa pun kezaliman yang ditimpakan oleh thaghut NKRI dan setan AS, karena menegakkan Islam adalah amal shalih yang tidak boleh ditinggalkan karena ancaman thaghut,” tegasnya.

Fitnah AS terbaru, lanjut Ustadz Abu, dilakukan dengan menggalang opini sesat untuk mempengaruhi proses kasasi dirinya. Dengan memasukkan JAT sebagai organisasi teroris, maka proses hukum dirinya terpengaruh yang berbuah pada penolakan kasasi beberapa waktu lalu. “Semua tuduhan setan Amerika Serikat terhadap JAT dan diri saya, Ustadz Achwan, saudara Son Hadi, dan Ustadz Rosyid Ridho Ba’asyir dan tuduhan thaghut PBB terhadap diri saya seperti yang diberitakan di Koran Republika tanggal 26 Februari 2012 dan Koran Rakyat Merdeka Tanggal 27 Februari 2012 adalah tuduhan palsu tanpa ada bukti sedikit pun. Tuduhan-tuduhan bohong dan palsu ini sengaja dibuat untuk mendorong Mahkamah Agung agar meningkatkan kezalimannya terhadap diri saya dari penjara 9 tahun menjadi 15 tahun,” paparnya.

Ustadz Abu pun menuding ketakutan AS bila ditantang dialog berdasarkan fakta data. “Ketika rombongan JAT datang ke Dubes AS untuk klarifikasi tuduhan-tuduhannya, setan dubes AS tidak berani menemui khawatir terbongkar kebohongannya,” kecam dia.

Menyikapi vonis penjara 15 tahun yang diputuskan para thaghut terhadap dirinya, Ustadz Abu menyatakan tidak heran. Menurutnya, kezaliman itu sudah sesuai dengan keinginan AS yang selalu memerangi para pejuang dakwah dan khilafah. “Sebenarnya kezaliman yang ditimpakan terhadap diri saya berupa penjara 15 tahun oleh Toghut MA adalah untuk memenuhi keinginan setan Amerika agar saya tidak dapat melanjutkan perjuangan menegakkan Daulah Islamiyah atau Khilafah, bukan karena saya meneror masyarakat,” simpulnya

vo'a islam


Mukjizat Rasulullah SAW



عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحَانَتْ صَلَاةُ الْعَصْر،ِ فَالْتَمَسَ النَّاسُ الْوَضُوءَ، فَلَمْ يَجِدُوهُ، فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَضُوءٍ، فَوَضَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِي ذَلِكَ الْإِنَاءِ يَدَهُ، وَأَمَرَ النَّاسَ أَنْ يَتَوَضَّئُوا مِنْهُ، قَالَ، فَرَأَيْتُ الْمَاءَ يَنْبُعُ، مِنْ تَحْتِ أَصَابِعِهِ، حَتَّى تَوَضَّئُوا مِنْ عِنْدِ آخِرِهِمْ
(صحيح البخاري)

“Dari Anas bin Malik Ra, kulihat Rasulullah SAW, dan sudah saatnya shalat ashar, maka orang orang mencari air, untuk wudhu namun tak menemukannya, maka dibawakan kepada Rasul saw bejana wadah tempat air berwudhu, maka Rasul saw menaruh tangan beliau SAW dan memerintahkan orang orang berwudhu dari wadah air itu, maka kulihat air mengalir deras bagai mata air dari bawah jari jari beliau saw, hingga orang orang berwudhu hinggga kesemuanya selesai” (Shahih Bukhari)

ImageAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Yang Maha memuliakan kita untuk hadir dalam perkumpulan yang luhur ini, Yang Maha Bercahaya di atas segala yang bercahaya, Maha Menciptakan cahaya kebahagiaan, cahaya keluhuran, cahaya kesejahteraan, cahaya kebahagiaan di dunia dan akhirat, hingga terang benderang jalan yang ditempuh oleh para hamba-hambaNya, jalan kebenaran dan keluhuran yang diterangi dengan matahari keridhaan Ilahi, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, beliaulah matahari kemuliaan Allah, matahari cinta dan kasih sayang Allah, matahari keindahan Allah, matahari pengampunan Allah, yang mana jika seseorang mengenal dan mengikuti tuntunan beliau, sampailah ia pada pengampunan dan keridhaan Allah, keindahan dan kasih sayang Allah sehingga didapatilah kebahagiaan di dunia dan akhirat serta jauh dari kemurkaan Allah subhanahu wata’ala karena ia akan meninggalkan hal-hal atau perbuatan yang hina di sisi Allah subhanahu wata’ala. 

Di malam hari ini kita semua masih berada dalam naungan bulan agung Rabiul Awwal, yang mana Allah subhanahu wata’ala menyimpan di dalamnya rahasia keluhuran sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana yang tadi telah kita dengar dari guru-guru kita bahwa merupakan suatu aib bagi seseorang muslim yang melewati bulan Rabi’ul Awwal dan tidak memimpikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ucapan ini merupakan tahziir (peringatan) dan juga sebagai doa dan harapan serta penyemangat bagi kita agar senantiasa merindukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di bulan Rabi’ul Awwal, berharap untuk bisa berjumpa dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di bulan Rabi’ul Awwal, maka kita selalu berusaha untuk memperbanyak mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam. Namun jika tidak berjumpa dengan beliau janganlah merasa kecewa, dan jika berjumpa dengan beliau tidak pula merasa sombong dan takabbur , akan tetapi bersyukurlah akan hal itu karena perjumpaan itu akan terjadi berulang-ulang dikarenakan rasa syukur itu. 

Sampailah kita pada hadits luhur akan mu’jizat sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang telah disampaikan oleh sayyidina Anas bin Malik RA, dimana suatu hari ketika telah masuk waktu shalat Asar dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersama para sahabat berada dalam perjalanan, dalam 2 riwayat yang lain yang terdapat di Shahihul Bukhari disebutkan bahwa peristiwa itu terjadi di wilayah Hudaibiyah, maka ketika itu para sahabat mencari air untuk berwudhu namun tidak mereka dapatkan, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta bejana air dan menaruhkan tangan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam ke dalam bejana air itu sehingga mengalirlah air dari bawah jari-jari beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dengan derasnya, kemudian para sahabat berwudhu’ dengan air itu. Disebutkan dalam riwayat yang lain dalam Shahihul Bukhari bahwa ketika dalam perjalanan itu (Dalam perjanjian Hudaibiyyah) mereka berjumlah 1500 orang dan mereka semua menggunakan air itu untuk minum dan berwudhu, dan dikatakan oleh periwayat hadits bahwa meskipun jumlah orang di saat itu adalah 100.000 pastilah air tesebut tetap mencukupi mereka karena air itu terus mengalir dari jari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dalam hadits ini tersimpan makna bahwa ketika ummat dalam kesulitan dan kesusahan maka sang nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan hanya diam dan membiarkan mereka. Para pecinta sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam juga akan dicintai oleh beliau shallallahu ’alaihi wasallam, dengan diberi syafaat oleh beliau shallallahu ‘alaihi wasallam di dunia dan di akhirat . Syafaat Rasulullah terjadi di dunia sebagaimana kisah dalam riwayat yang tadi kita baca. Begitupula sebagaimana yang telah teriwayatkan ketika terjadi peperangan Badr salah seorang sahabat, sayyidina Ibn Afra’ yang ketika itu tangannya terpotong dalam peperangan, maka dengan kesakitan ia membawa potongan tangannya kehadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyambungkan kembali potongan tangannya itu lantas tangan itu pun tersambung seperti semula tanpa ada bekas luka sedikit pun. Hal yang terjadi seperti ini, jika kita mengatakan hanyalah kekhususan para sahabat, maka hal itu berarti kita membatasi kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, akan tetapi kedermawanan beliau berlaku untuk semua ummat beliau terlebih lagi para pecinta beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana yang telah difirmankan Allah subhanahu wata’ala:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
( التوبة : 128 )

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”. ( QS. At Taubah : 128 )

Di zaman sekarang ini, saat terjadi kerusakan pada ummat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan ketika itu ada yang masih berpegang teguh pada sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, maka akan didapatkan baginya pahala 100 orang mati syahid, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam :

مَنْ تَمَسَّكَ بِسُنَّتِي عِنْدَ فَسَادِ أُمَّتِي فَلَهُ أَجْرُ مِائَةِ شَهِيدٍ

“Barangsiapa yang berpegang pada sunnahku ketika kerusakan ummatku, maka baginya pahala 100 orang yang mati syahid”

Di setiap waktu dalam hari-hari di kehidupan dunia ini kita selalu ditunggu oleh kemuliaan pahala 100 orang mati syahid, apakah hal itu akan kita lewatkan begitu saja bahkan kita tukar dengan dosa dan kehinaan . 

Baca lebih lengkap di majelisrasulullah.org


Hanyalah Batu Biasa ?

Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membina Kaabah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya Kaabah itu tidak ada bumbung dan pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail bertungkus kumus untuk menjayakan pembinaannya dengan mengangkut batu dari berbagai gunung. 

Dalam sebuah kisah disebutkan apabila pembinaan Kaabah itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasakan kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Kaabah. Nabi Ibrahim berkata Nabi Ismail berkata, "Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia."

Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a.s memberikan sebuah batu yang cantik. Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim a.s. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, "Dari mana kamu dapat batu ini?"

Nabi Ismail berkata, "Batu ini kuterima daripada yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril)." Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. Sehingga sekarang Hajar Aswad itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah. Siapa saja yang bertawaf di Kaabah disunnahkan mencium Hajar Aswad. Beratus ribu kaum muslimin berebut ingin mencium Hajar Aswad itu, yang tidak mencium cukuplah dengan memberikan isyarat lambaian tangan saja. 

Ada riwayat menyatakan bahwa dulunya batu Hajar Aswad itu putih bersih, tetapi akibat dicium oleh setiap orang yang datang menziarahi Kaabah, ia menjadi hitam seperti terdapat sekarang. Wallahu a'alam.

Apabila manusia mencium batu itu maka timbullah perasaan seolah-olah mencium ciuman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ingatlah wahai saudara-saudaraku, Hajar Aswad itu merupakan tempat diperkenan doa. Bagi yang ada kelapangan, berdoalah di sana, Insya Allah doanya akan dikabulkan oleh Allah. Jagalah hati kita sewaktu mencium Hajar Aswad supaya tidak menyekutukan Allah, sebab tipu daya syaitan kuat di Tanah Suci Mekah. 

Ingatlah kata-kata Khalifah Umar bin Al-Khattab apabila beliau mencium batu itu (Hajar Aswad) : "Aku tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andaikan aku tidak melihat Rasulullah S.A.W menciummu, sudah tentu aku tidak akan melakukan (mencium Hajar Aswad)."

Wallahu a'alam.


Untuk Akhwat yang Mendambakan Suami Mujahidin

Wahai ukhti…

Ketika kita menginginkan diri menjadi sosok bidadari yang kelak mendapatkan pasangan seorang mujahid sejati, maka mulailah! Persiapkan hati karena kelak cinta sang mujahid tak selalu ada untukmu.

Dia tak akan punya banyak waktu untukmu karena waktunya lebih banyak ia habiskan untuk memanggul amanah dakwah daripada berada disampingmu dan bercengkarama bersamamu.

Dia tak akan selalu ada untukmu ketika kau membutuhkannya, karena umat akan jauh lebih membutuhkannya daripada engkau.

Dia juga tak akan punya banyak kesempatan untuk memanjakanmu, karena pikirannya akan lebih banyak tertuju pada masalah umat.

Mungkin pula dia tak bisa setiap saat mengantarkanmu kemana kau hendak pergi, karena medan jihad lebih menjadi pijakan langkahnya daripada engkau.

Namun ya ukhti…

Jauh di lubuk hatinya dia merindumu ketika jauh, dia memujimu dalam setiap doa, karena engkau telah bersedia menjadi bidadarinya, memahami kala dia sibuk tanpa mengeluh. Ungkapan cintanya terpatri dalam pandangan teduhnya kala mata kalian beradu.

Wahai ukhti…

Jika kau masih merindukan sosok mujahid sejati yang kelak mendampingimu, maka bersiaplah! Karena sedikit cinta yang akan kau rasakan, terlalu pendek waktu yang kau punya bersamanya.

Tapi la tahzan ya ukhti…

Karena kelak Allah akan menggantikan tiap waktu kalian yang tersita oleh dakwah dan Umat. Allah akan mengganti setiap moment indah yang pernah kalian lewatkan. Ya, Allah akan menggantinya dengan menjadikan kalian sebagai pengantin di syurga. Di sana kalian bebas bercerita dan bercengkarama, bercanda tawa sesuka hati tanpa ada waktu yang akan membatasi.

Karena itu wahai ukhti…

Bersabarlah kala cintamu dengannya tengah diuji. Persiapkan hatimu dari saat ini jika yang kau rindu masih seorang mujahid sejati!

Nasihat Abdullah Sunata untuk Akhwat yang Mendambakan Suami Mujahidin voa.islam.com



Daftar Negara Berpenduduk Mayoritas Islam

Di Benua Afrika: Aljazair, Chad, Djibouti, Guinea, Guinea Bissau, Komoro, Libya, Mali, Mauritania, Maroko, Mesir, Nigeria, Sahara, Somalia, Senegal, Sudan, Tunisia

Di Benua Asia: Afganistan, Arab Saudi, Azerbaijan, Bahrain, Bangladesh, Brunei, Indonesia, Irak, Iran, Kazakstan, Kirgizstan, Kuwait, Malaysia, Maladewa, Libanon, Oman, Pakistan, Qatar, Yaman, Palestina, Suriah, Tajikistan, Turki, Turkmenistan, Uzbekistan, Uni Emirat Arab

Di Benua Eropa: Albania, Azerbaijan, Bosnia-Herzegovina, Kosovo, Republik Turki Siprus Utara, Makedonia, Turki

Inilah daftar urutan berdasarkan jumlah pemeluk agama islam di negara-negara dengan jumlah umat islam terbanyak di dunia, serta persentase umat islam di masing-masing negara tersebut dari seluruh jumlah penduduk di negara tersebut. (perkiraan dan bukan jumlah sesungguhnya dengan tepat)

01. Indonesia > 207,000,105 > 88.20%
02. Pakistan > 159,305,441 > 96.7%
03. India > 151,402,065 > 13.4%
04. Bangladesh > 129,987,365 > 86.4%
05. Egypt > 70,530,237 > 91%
06. Turkey > 68,963,953 > 99%
07. Nigeria > 64,385,994 > 50%
08. Iran > 64,089,571 > 98%
09. Ethiopia > 37,533,500 > 50%
10. Algeria > 32,999,883 > 99%
11. Morocco > 32,300,410 >99%
12. Afghanistan > 31,571,023 > 99%
13. Saudi Arabia > 26,417,599 > 100%
14. Sudan > 26,121,865 > 65%
15. Iraq > 25,292,658 > 97%
16. Uzbekistan > 23,897,563 > 89%
17. Russia > 21,513,046 > 15%
18. Yemen > 20,519,792 > 99%
19. China > 19,594,707 > 1.5%
20. Syria > 16,234,901 > 88%
21. Malaysia > 14,467,694 > 60.4%
22. Tanzania > 12,868,224 > 35%
23. Mali > 11,062,376 > 90%
24. Niger > 10,499,343 > 90%
25. Senegal > 10,459,222 > 94%
26. Tunisia > 9,974,201 > 99%
27. Somalia > 8,548,670 > 100%
28. Guinea > 8,047,686 > 85%
29. Azerbaijan > 7,584,311 > 93.4%
30. Burkina Faso > 7,449,626 > 52%
31. Kazakhstan > 7,137,346 > 47%
32. Tajikistan > 6,805,330 > 95%
33. Côte d’Ivoire > 6,677,043 > 38.6%
34. Congo (Kinshasa) > 6,008,500 > 10%
35. Libya > 5,592,596 > 97%
36. Jordan > 5,471,745 > 95%
37. Chad > 5,306,266 > 54%
38. United States > 4,558,068 > 1.5%
39. Turkmenistan > 4,407,352 > 89%
40. Philippines > 4,392,87 > 35%
41. France > 4,214,790 > 6.9%
42. Kyrgyzstan > 4,117,024 > 80%
43. Uganda > 4,090,422 > 15%
44. Mozambique > 3,881,340 > 20%
45. Sierra Leone > 3,610,585 > 60%
46. Ghana > 3,364,776 > 16%
47. Cameroon > 3,276,001 > 20%
48. Thailand > 3,272,21 > 85%
50. Mauritania > 3,083,772 > 99.9%
51. Germany v 3,049,96 > 13.7%
51. Oman > 2,971,567 > 99%
53. Albania > 2,508,277 > 70%
54. Malawi > 2,431,784 > 20%
55. Kenya > 2,368,07 > 17%
56. Eritrea > 2,280,799 > 50%
57. Serbia and Montenegro > 2,274,126 > 21%
58. Lebanon > 2,257,351 > 59%
59. Kuwait > 1,985,300 > 85%
60. United Arab Emirates > 1,948,041 > 76%


Followers

 
Support : Creating Website | Template | Mas
Copyright © 2011. Dunia Dan Akherat - All Rights Reserved
Template Modify and Proudly powered by Free Blog